Sejarah Pemikiran Ekonomi

 

Image

 

TEORI MERKANTILISME

A.    Teori Praklasik Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu aliran / filsafat ekonomi yang tumbuh dan berkembang dengan pesat pada abad XVI s.d XVIII di Eropa barat.  Ide pokok merkantilisme adalah sebagai berikut.
1.    suatu negara/raja akan kaya/makmur dan kuat bial ekspor lebih besar daripada impor (X-M)
2.    surplus yang diperoleh dari selisih (X-M) atau ekspor neto yang positif tersebut diselesaikan dengan pemsukan logam mulia (LM), terutama emas dan perak dari luar negeri. Dengan demikian, semakin besar ekspor neto, maka akan semakin banyak LM yang dimiliki atau diperoleh dari luar negeri.
3.    pada waktu itu LM (emas maupun perak) digunakan sebagai alat pembayaran (uang), sehingga negara / raja yang memiliki LM yang banyak akan kaya / makmur dan kuat.
4.    LM yang banyak tersebut digunakan oleh raja untuk membiayai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri dan penyebaran agama.
5.    penggunaan kekuatan armada perang untuk memeprluas perdagangan luar negeri ini diikuti dengan kolonialisasi di Amerika Latin, Afrika dan aAsia terutama dari abad XVI s.d XVIII.KEBIJAKAN MERKANTILISME
Untuk melaksanakan ide tersebut diatas, merkantilisme menjalankan kebijakan perdagangan (trade policy) sebagai berikut:
a)    Mendorong ekspor sebesar-besarnya, keculai LM
b)    Melarang/membatasi impor dengan ketat kecuali LM

B.    Pengertian Teori Mekantilisme
Teori merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan bahwa besarnya volum perdagangan global teramat sangat penting. Aset ekonomi atau modal negara dapat digambarkan secara nyata dengan jumlah kapital (mineral berharga, terutama emas maupun komoditas lainnya) yang dimiliki oleh negara dan modal ini bisa diperbesar jumlahnya dengan meningkatkan ekspor dan mencegah (sebisanya) impor sehingga neraca perdagangan dengan negara lain akan selalu positif. Merkantilisme mengajarkan bahwa pemerintahan suatu negara harus mencapai tujuan ini dengan melakukan perlindungan terhadap perekonomiannya, dengan mendorong eksport (dengan banyak insentif) dan mengurangi import (biasanya dengan pemberlakuan tarif yang besar).Kebijakan ekonomi yang bekerja dengan mekanisme seperti inilah yang dinamakan dengan sistem ekonomi merkantilisme.
Ajaran merkantilisme dominan sekali diajarkan di seluruh sekolah Eropa pada awal periode modern (dari abad ke-16 sampai ke-18, era dimana kesadaran bernegara sudah mulai timbul).Peristiwa ini memicu, untuk pertama kalinya, intervensi suatu negara dalam mengatur perekonomiannya yang akhirnya pada zaman ini pula sistem kapitalisme mulai lahir. Kebutuhan akan pasar yang diajarkan oleh teori merkantilisme akhirnya mendorong terjadinya banyak peperangan dikalangan negara Eropa dan era imperialisme Eropa akhirnya dimulai. Sistem ekonomi merkantilisme mulai menghilang pada akhir abad ke-18, seiring dengan munculnya teori ekonomi baru yang diajukan oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nations, ketika sistem ekonomi baru diadopsi oleh Inggris, yang notabene saat itu adalah negara industri terbesar di dunia.

C.    Teori Merkantilisme Dalam Perdagangan Internasional
1.    Lahirnya Merkantilisme
Perkembangan perdagangan internasional pada dsarnya diawali dengan perkembangan yang terjadi di Eropa saat beberapa kerajaan memiliki pusat perdagangan seperti London, Napoli, Paris dan Milan sebagai pusat industri rumah tangga.Perkembangan itu telah mendorong perubahan dalam masyarakat dari masyarakat yang feodal menuju masyarakat yang kapitalis.Muncul banyak pedagang yang kemudian melahirkan hubungan antara penguasa dan pedagang untuk memenangkan perdagangan.Tidak heran pada masa itu muncul hubungan khusus antara pedagang dengan jeluarga raja untuk mendapatkan proteksi.
Pasca masa pencerahan atau renaisance telah mendorong masyarakat Eropa untuk mencari daerah baru dan membuka daerah yang belum mereka tmui terutama di belahan dunia timur.Penemuan-penemuan baru pasca pencerahan telah membuat banyak kerajaan di Eropa yang melakukan penjelajahan yang diawali oleh Spanyol. Keberhasilan Spanyol kemudian diikuti oleh negara lain seperti Portugal, Inggris, Belanda dan Perancis. Mulai saat itulah mulai masuk bangsa Barat kenegara Timur yang kemudian kita kenal dengan Negara Dunia Ketiga.
Dalam masyarakat kemudian muncul kelompok-kelompok baru yaitu kelas pedagang atau kelas kapitalis yang menjadi agen pembangunan dan perubahan struktur ekonomi di negara Eropa. Muncul agen-agen perdagangan seperti The Merchant Adventures, The Eastland Company, The Muscovy Company, The East India Company dan VOC yang berusaha mengeruk keuntungan sebesar mungkin melalui monopoli dan kolonialisme. Hal ini mencapai puncak ketika kepentingan pedagang menjadi kepentingan negara yang kemudian dikenal dengan merkantilisme.Pada abad ke-17 kepentingan negarawan terpusat pada politik, tetapi merkantilisme merupakan tahap awal dari kebihajakan ekonomi yang dikenal dengan istilah the commercial or mercantile system dari Adam Smith, pendiri aliran klasik.
2.    Teori Kaum Merkantilisme
Menurut perdagangan merkantilisme bahwa sumber kemakmuran terletak pada banyaknya persediaan logam mulia ( emas dan perak ) serta dicapainya ekspor surplus atas nilai impor. Tindakan untuk merealisir hal tersebut adalah :
     Gambar: buyturquoise
a)    Mendorong meningkatkan ekspor, misalnya dengan pemberian subsidi kepada industri dalam negeri, pemberian premi ekspor, melarang tenaga ahli pindah ke luar negeri;
b)    Membatasi impor, misalnya dengan tariff bea masuk, pelarangan impor, kuota impor;
c)    Memperluas daerah koloni atau jajahan guna mendapatkan logam mulia atau untuk mendapatkan bahan mentah yang murah;
d)     Memperoleh monopoli dalam perdagangan.
3.    Teori Keunggulan Absolut
Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith dalam bukunya “ The Wealth of Nation “ tahun 1776, yang mengatakan bahwa sumber-sumber kemakmuran itu tidaklah terletak pada banyaknya logam mulia yang dimiliki akan tetapi terletak pada banyaknya barang-barang yang dimiliki melalui kegiatan produksi dan mengembangkan hasil produksi tersebut melalui kegiatan perdagangan.
Disamping itu Adam Smith juga mengemukakan ide tentang pentingnya “ pembagian kerja internasional “ (spesialisasi) dalam perdagangan, artinya suatu Negara lebih baik memfokuskan diri pada kegiatan produksi barang-barang tertentu yang memiliki efisiensi lebih tinggi dibandibandingkan denagn Negara lain. Dengan adanya spesialisasi suatu Negara akan memperoleh keuntungan, yaitu jumlah produksi lebih banyak, kualitasnya labih baik dan harga lebih murah.
4.    Teori keunggulan komparatif
Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo dalam bukunya yang berjudul “ Principles of Political Economy and Taxation “ tahun 1817. Menurut Ricardo dibedakan menjadi :

1.    Perdagangan dalam negeri;
2.     Perdagangan luar negeri.
Untuk perdagangan dalam negeri Ricardo berlaku teori keunggulan mutlaknya Adam Smith, sedangkan untuk perdagangan luar negeri menggunakan teori keunggulan biaya komparatif.
Keunggulan komparatif adalah keunggulan yang diperoleh suatu Negara ( dari menjalankan spesialisasi ) karena dapat menghasilkan produk dengan biaya relative yang lebih rendah daripada Negara lain. Menurut teori ini perdagangan masih tetap bisa dilakukan meskipun suatu Negara tidak memiliki keunggulan mutlak sekalipun terhadap Negara lain. Menurut teori ini setiap Negara akan cenderung untuk melakukan spesialisasi dan mengekspor barang-barang produksinya yang memiliki keunggulan komparatif.
Teori Ricardo ini berdasarkan pada beberapa asumsi, yaitu :
a)    Perdagangan internasional hanya terjadi antara dua Negara;
b)    Barang-barang yang diperdagangkan hanya dua jenis;
c)    Perdagangan dilakukan secara bebas;
d)    Tenaga kerja bebas bergerak dalam negeri;
e)     Biaya produksi dianggap tetap;
f)    biaya transportasi tidak ada;
g)     Tidak ada perubahan teknologi.

D.    Neo Merkantilisme
Kebijakan merkantilisme pada saat ini masih dijalankan oleh banyak negara dalam bentuk “neo merkantilisme”, yaitu kebijakan proteksi untuk melindungi dan mendorongt ekonomi industri nasional dengan menggunakan kebijakan tarif atau tariff Barrier dan kebijakan Nontariff barrier. Biasanya tariff barrier dilaksanakan dengan menggunakan countervailing duty, bea anti dumping dan surcharge. Dalam hal ini, kebijakan proteksi yang lebih banyak digunakan biasanya dalam bentuk Nontariff Barrier seperti larangan, sistem kuota, ketentuan teknis, harga patokan, peraturan kesehatan, dll.

E.    Kritik David Hume
Ide atau pokok pikiran dari merkantilisme mengatakan bahwa negara/raja akan kaya/makmur bila X>M, sehingga LM yang dimiliki akan semakin banyak. Dengan kata lain, kekayaan/kemakmuarn suatu negara/raja identik dengan jumlah Lm yang dimilikinya. Lm pada waktu itu digunakan sebagai alat pembayaran/uang sehingga bila LM banyak, maka ini berarti Money Supply (Ms) atau jumlah uang beredar banyak.
Bila jumlah uang beredar naik, sedangkan produksi tetap tentu akan terjadi inflasi atau kenaikan harga. Kenaikan harga didalam negeri tentu akan menaikkan harga barang-barang ekspor (Px) sehingga kuantitas ekspor (Qx) akan menurun.
Naiknya jumlah uang beredar yang diikuti dengan peningkatan inflasi di dalam negeri tentu akan menyebabkan harga barang impor (Pm) menjadi lebih rendah sehingga kuantitas impor (QWm) akan meningkat. Perkembangan yang demikian ini tentu akan menyebabkan ekspor (X) menjadi lebih kecil daripada impor (M). Atau impor menjadi lebih besar daripada ekspor sehingga akhirnya LM akanmenurun atau berkurang.Dengan berkurangnya LM yang dimiliki, maka berarti raja menjadi miskin karena LM identik dengan kekayaan/kemakmuran.
Perubahan dari negara / raja yang kaya/makmur menjadi negara/raja yang miskin menurut paham merkantilisme ini dikritik oleh David Hume sebagai “Mekanisme Otomatis”dari “price-specie Flow Mechanism” atau PSFM.
Dengan adanya kritik David Hume ini, maka teori Pra-Klasik atau merkantilisme dianggap tidak relevan, selanjutnya muncullah teori klasik atu absolute advantage dari adam Smith.
Berdasarkan PSFM dari Hume, Smith mengkritik aliran merkantilisme dengan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:
1.    ukuran kemakmuran suatu negara,bukanlah ditentukan oleh banyaknya LM yang dimilikinya.
2.    kemakmuran suatu negara ditentukan oleh besarnya GDP dan sumbangan perdagangan luar negeri terhadap pembentukan GDP negara tersebut.
3.    untuk meningkatkan GDP dan perdaganagn luar negeri, maka pemerintah harus mengurangi campur tangannya sehingga tercipta perdagangan bebas atau free trade.
4.    dengan adanya free trade maka akan menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Hal ini akan mendorong masing-masing negara untuk melakukan spesialisasi dan pembagian kerja internasional dengan berdasarkan kepada keunggulan absolut yang dimiliki masing-masing negara.
5.    spesialisasi dan pembagian kerja internasional yang didasarkan kepada absolute advantage , akan memacu peningkatan produktivitas dan efisiensi sehingga terjadi peningkatan GDP dan perdagangan luar negeri atau internasional.
6.    peningkatan GDP dan perdagangan internasional ini identik dengan kemakmuran suatu negara.

TEORI FISIOKRAT

A.    Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Fisiokrat
a)    Mazhab Fisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilisme, tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah, dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi.
b)    Inti pemikiran utama dalam mazhab Fisiokrat adalah dituangkan dalam table ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani, classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah, classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja.
c)    Pemikiran ekonomi kaum fisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam table ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang, hargapenjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi.
d)    Sumbangan pemikiran ahli Fisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yaitu teori uang sebagai tabir, dan teori fruktifikasi. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan kearah menemukan dasar satuan perhitungan,
B.    Pemikiran Ekonomi Kaum Fisiokrat
Aliran Physiocrats membangun teori mereka berdasarkan konsep hukum alam sehingga mereka menamakan dirinya Physiocratism yang berasal dari kata physic, yang artinya alam, cratain atau cratos yang artinya kekuasaan. Dengan kata lain, penganut aliran ini percaya bahwa sumber daya alam adalah sumber dari kekayaan.
Kaum physiocrats percaya bahwa alam diciptakan tuhan penuh keselarasan dan keharmonisan.Kaum physiocrats percaya bahwa sistem perekonomian juga mirip dengan alam yang penuh harmonis tersebut. Dengan demikian setiap tindakan manusia dalm memenuhi kebutuhan masing-masing juga akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak. Beri manusia kebebasan dan biarkan mereka melakukan yang terbaik bagi dirinya masing-masing.
Ada tiga hal yang membuat kaum physiocrats terkenal yaitu: pertama, pengikut aliran physiocrats menganggap bahwa teori yang mereka bangun adalah teori yang bersifat objektif ilmiah dan berhasil menyusun suatu pandangan tentang tata ekonomi yang menyeluruh dan lengkap; kedua, aliran ini mencetuskan istilah laissez faire yang sampai saat ini masih menjadi bahan kajian menarik dan memberi corak bagi para ekonom klasik berikutnya; ketiga, kajian yang mereka cetuskan menjadi dasar analisis makro yang mencoba menjawab darimana datangnya pendapatan nasional dan bagaimana pendapatan itu dibagikan di antara anggota masyarakat.
Tokoh utama aliran physiocrats adalah Francois Quesney.Buku Quesney yang berjudul “Tableau Economique” adalah usaha pertama pembuatan model matematika terhadap seluruh aspek ekonomi dan menunjukkan bagaimana sesungguhnya hubungan antar bagian ekonomi tersebut. Dalam bukunya tersebut Quesney memulai dengan asumsi bahwa ekonomi dapat digambarkan kedalam tiga kelas atau sektor yang berbeda, yaitu:
1.    sektor pertanian yang menghasilkan makanan, bahan mentah, dan hasil-hasil pertanian lainnya.
2.    Sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang seperti pakaian dan bangunan serta alat-alat yang diperlukan oleh pertanian dan pekerja pabrik. Sektor manufaktur termasuk juga sektor jasa karena jasa bertanggung jawab untuk memfasilitasi perdagangan domestik dan internasional.
Kelas pemilik tanah yang tidak menghasilkan nilai ekonomi apa-apa tetapi mereka memiliki klaim atas surplus output yang dihasilkan dalam pertanian. Biaya sewa ini merepresentasikan pembayaran surplus kepada pemilik tanah dan pandangan ini dikenal dengan teori sewa physiocrats.

TEORI  KLASIK

A.    Teori Struktural Klasik
a)    Anggapan Dasar Teori Klasik
Pandangan teori klasik mengenai organisasi berdasarkan asumsi sebagai berikut :
1.    Organisasi ada terutama untuk menyelesaikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
2.    Bagi suatu organisasi, ada struktur yang tepat bagi tujuan, lingkungan, teknologi dan partisipannya.
3.    Pekerjaan organisasi paling efektif bila ada tantangan lingkungan dan kepentingan pribadi terhalang oleh norma-norma rasionalitas.
4.    Spesialisasi akan meningkatkan taraf keahlian dan performan individu.
5.    Koordinasi dan control paling baik melalui praktek otoritas dan aturan-aturan yang tidak bersifat pribadi.
6.    Struktur dapat dirancang secara sistematis dan dapat dilaksanakan.
7.    Masalah-masalah organisasi biasanya merefleksikan struktur yang tidak tepat, dan dapat diselesaikan melalui perancangan dan pengorganisasian kembali ( Bolman, 1988 ).
b)    Unsur Kunci Teori Klasik
Ada empat kunci dari teori klasik :
1.    Pembagian kerja, adalah bagaimana organisasi membagi sejumlah pekerjaan terhadap  tenaga kerja yang ada dalam organisasi.
2.    Hierarki proses fungsional, adalah setiap organisasi terdapat adanya tingkatan karyawan menurut fungsinya atau pekerjaan yang khusus dalam organisasi.
3.    Struktur, adalah jalinan hubungan dan peranan dalam organisasi. (Lini dan Staf)
4.    Pengawasan yang ketat, pada organisasi yang tinggi strukturnya menghendaki banyak saluran komunikasi dalam melakukan pengawasan.Sedangkan pada organisasi yang strukturnya mendatar tidak banyak diperlukan saluran komunikasi.

B.    Teori Klasik dalam Perdagangan Internasional
a)    Merkantilisme
Perdagangan saat ini dipelopori oleh kaum merkantilis.Kaum merkantilis lahir dari masyarakat pasar.Masyarakat pasar inilah yang berhasil meruntuhkan sistem feodalisme dan kelompok ortodoks di bawah hegemoni agama.Perkembangan masyarakat pasar seiirng dengan pesatnya jumlah penduduk dan berkembangnya kota-kota di Eropa Barat.
Perkembangan kota membutuhkan dukungan berkembanya berbagai aktivitas antar sektor ekonomi, antar pedagang dan penguasa untuk menegakkan negara nasional yang kuat. Negara nasional yang kuat harus didukung oleh angkatan bersenjata yang tangguh.Konsep negara nasional yang kuat merupakan awal munculnya masyarakat kapitalisme. Kapitalisme di sektor perdagangan dilandasi oleh kerja sama yang kuat antara penguasa dan pedagang. Faktor lainya, ditemukannya daerah-daerah baru di luar Eropa.
Kaum kapitalis membutuhkan faktor produksi yang murah dan pasar bagi produk industri Eropa di daerah baru yang mereka temukan. Berkembanglah perusahaan dagang seperti; The Merchant Adventures, The Eastland Company, The Muscovery Company, The East India Company, VOC, dll. Perusahaan inilah yang mengeruk keuntungan maksimum melalui monopoli yang kemudian menimbulkan kolonialisme.Kapitalisme dan kolonialisme merupakan saudara kandung yang lahir dari perut masyarakat pasar.Kepentingan dagang akhirnya menjadi kepentingan negara pula.Pemikir dan negarawan masa itu berpendapat untuk membentuk negara yang kuat perlu kebijakan ekonomi yang dapat menjamin kerjasama saling menguntungkan antara penguasa dan pedagang dalam kerangka menegakkan negara nasional yang kuat.Kebijakan inilah yang kemudian dinamakan merkantilisme murni.

b)    Bullionist
    Kaum bullionist merupakan kaum merkantilis yang memiliki pandangan atau visinya lebih tegas. Menurutnya, kemakmuran negara dicapai dengan peningkatan pemilikan logam mulia.Stok logam mulia harus dipertahankan di dalam negeri.Menjual barang/jasa ke luar negeri (ekspor) selalu lebih baik dari pada membeli barang dari luar negeri (impor).Kebijakan ekonomi yang dibuat bertujuan meningkatkan surplus ekspor (x>m). Surplus ekspor akan dibayar dengan logam mulia (uang emas), sehingga dapat menumpuk logam mulia.
    Kebijakan ekonomi di dalam negeri memberikan subsidi kepada industri barangbarang ekspor dan membatasi impor.Ekspor bahan mentah dilarang agar harganya murah di dalam negeri, sehingga dapat menjamin industri dalam negeri dan industri barangbarang ekspor. Ekspor barang modal dan emigran tenaga teknisi yang terampil dilarang agar industri ekspornya tidak disaingi oleh negara lain. Eropa pada abad pertengahan ini sejak awal sudah mulai menerapkan kebijakan industrialisasi promosi ekspor.Impor dibatasi dengan kebijakan tarif dan kuota.Impor barang yang dapat diproduksi lebih murah di dalam negeri dilarang guna menjamin neraca perdagangan yang menguntungkan.
c)    Mekanisme Aliran Logam Mulia-Harga (Price-Specie Flow Mecanism)
David Hume dalam teorinya ini berpendapat bahwa usaha menumpuk logam mulia melalui surplus ekspor tidak akan berhasil. Oleh karena surplus ekspor harus dibayar dengan logam mulia, dapat menimbulkan kenaikan dalam jumlah uang beredar (JUB) yang  langsung akan mendorong naiknya harga barang dan jasa sebagaimana teori John Lock. Akibatnya, justru surplus impor yang akan terjadi dan logam mulia mengalir ke luar. Dengan mekanisme aliran logam mulia dan harga ini neraca perdagangan yang menguntungkan tidak mungkin dapat dipertahankan terus-menerus. Mekanisme penyesuaian neraca perdagangan yang otomatis inilah yang dikenal sebagai price-spesie flow mechanism.
d)     Kritik Adam Smith
Adam Smith (1776) merupakan tokoh utama pendukung klasik. Adam Smith mengkritik merkantilisme mengenai batasan kemakmuran (wealth), doktrin pembinaan negara nasional yang kuat, dan ide menumpuk logam mulia terus-menerus melalui kesinambungan surplus ekspor.Adam Smith menyatakan bahwa ukuran kemakmuran suatu negara/bngsa tidaklah terletak pada banyaknya logam mulia, tetapi pada banyaknya barang-barang yang dimilikinya.Negara yang makmur adalah negara yang mengembangkan produk barang dan jasa melalui perdagangan, dan bukan suatu negara yang harus menghambat perdagangan semata-mata untuk dapat menumpuk logam mulia.Adam Smith juga mengkritik campur tangan pemerintah yang ditujukan untuk membentuk negara yang kuat. Kemakmuran dan kekayaan hanya dapat dicapai dengan menjalankan prinsip laissez-faire di dalam negeri dan prinsip perdagangan bebas dengan negara lain. Menurut Adam Smith tugas pemerintah adalah dibidang pertahanan, penegakan hukum dan keadilan dalam negeri, dan membangun sarana publik serta melaksankan pekerjaan umum yang tidak mungkin dilaksanakan swasata.

e)    Absolut Advantage
Adam Smith mengemukakan idenya tentang pembagian kerja internasional yang membawa pengaruh besar bagi perluasan barang-barang negara tersebut serta akibatnya yang berupa spesialisasi internasional.
Spesialisasi internasional dapat memberikan hasil berupa manfaat perdagangan (gains of trade) yang dapat timbul dalam atau berupa kenaikan produksi serta konsumsi barang-barang dan jasa.Perdagangan internasional didorong untuk melakukan spesialisasi dalam produksi barang-barang yang mempunyai keuntungan mutlak (absolut advantage).Keuntungan mutlak diartikan sebagai keuntungan yang dinyatakan dengan banyaknya jam/hari kerja yang dibutuhkan untuk membuat barang-barang tersebut. Keuntungan ini akan diperoleh apabila masing-masing negara mampu memproduksikan barang-barang tertentu dengan jam/hari kerja yang lebih sedikit dibandingkan dengan seandainya barang-barang itu dibuat oleh negara lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s